Daily Report: Facebook Bergabung Melawan Berita Palsu
Jumlah Pengunjung :
Diperbarui setiap hari Senin

Di era digital ini, penyebaran informasi memang menjadi sangat mudah dan cepat. Namun sayangnya, kemudahan penyebaran informasi ini sering disalahgunakan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggungjawab dengan menyebarkan berita atau informasi palsu melalui berbagai sosial media termasuk Facebook.

Untuk itulah, Facebook kini mengambil langkah dalam membatasi informasi yang tidak benar pada situsnya. Mike Isaac melaporkan, perusahaan Facebook sudah memulai serangkaian percobaan untuk mengidentifikasi lebih baik, menghalangi dan mengurangi ketermukaan artikel palsu serta membuat perubahan iklan untuk merugikan para penyebar berita palsu.

Langkah-langkah baru Facebook ini termasuk juga bekerja sama dengan pihak yang dapat membantu verifikasi fakta pada sebuah artikel. Jika sebuah artikel dianggap palsu, artikel itu akan disebutkan sebagai artikel "disengketakan" di Facebook. Jika orang-orang masih ingin berbagi artikel tersebut, akan muncul pop-up yang mengingatkan mereka bahwa kebenaran informasi tersebut masih dipertanyakan. Pada sebuah wawancara dengan New York Times, James Goldston, presiden dari ABC News, yang merupakan salah satu pihak yang akan melakukan verifikasi fakta ini, menjelaskan bagaimana nantinya gambaran kerja sama dengan Facebook tersebut.

"Saya memikirkan Facebook sebagai perusahaan teknologi, tapi saya menyadari kita memiliki tanggung jawab yang lebih besar dari sekedar membangun teknologi dimana informasi mengalir," Mark Zuckerberg, Chief Executive dari Facebook, menulis dalam sebuah posting. "Kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan Facebook memiliki dampak positif terbesar pada dunia."

Sumber : http://www.nytimes.com/